Mengenal Bagian-Bagian Daging Sapi (Steak)

Mengenal Bagian-Bagian Daging Sapi (Steak)

Masakan daging di Indonesia memang tidak mengharuskan memakai bagian daging sapi tertentu, layaknya di luar negeri. Tapi tidak ada salahnya kan teman-teman ResepKoki mengetahui bagian-bagian atau potongan daging sapi yang menjadi standar di luar negeri. Fakta menariknya adalah setiap negara memiliki standar potongan yang berbeda lho, seperti berlainan antara Amerika, Australia, ataupun Belanda. Yuk, simak macam-macamnya di bawah ini supaya kamu bisa memasak berbagai masakan khas Indonesia ataupun Barat (tentunya!) dengan jenis daging yang tepat. Rasanya pun akan lebih maknyuus. Baca lebih lanjut

Cara Sehat Mengolah Daging

Jika diolah dengan benar, makanan yang menggunakan daging tidak hanya lezat tapi juga sehat. Misalnya gurih tanpa perlu penambahan garam dan bumbu.

Terminologi daging adalah semua hal yang berhubungan dengan semua mengenai daging  hewan segar yang layak dikonsumsi oleh manusia; termasuk lemak, jerohan, darah dan daging itu sendiri.  Kali ini kita hanya batasi pada daging sapi yang sudah umum dikonsumsi di negeri kita karena mudah didapat dan diolah. Lebih dari itu, kebanyakan kita sudah terbiasa dengan daging asal sapi dengan paremeter yang sedikit, dibanding dengan misalnya ikan, tapi daging sapi memiliki variasi yang banyak.  Asal daging sapi hanya ada 2 jenis, lokal dan impor; keduanya memiliki kualitas yang berbeda. Tapi bukan berarti daging lokal tidak baik atau susah dimasak, ada cara juga hal yang harus dipelajari untuk menanganinya sehingga hidangan Anda jadi lezat.

Berikut catatan juga tips untuk mengolah daging yang baik dan benar untuk jadi kebaikan bagi tubuh kita. Semoga dapat menjadi tambahan yang mungkin saja bisa membantu Anda untuk  membeli, mengolah, menyimpan sampai dengan mengkonsumsi daging sapi.

  • Bentuk dari potongan daging bervariasi dari daging fillet untuk steak sampai daging empal. Sekilas tampilan memang mirip tapi ditilik lebih dalam, tekstur dan lemak yang ada membuatnya sangat berbeda. Pastikan Anda memilih dengan benar.
  • Terbagi atas 14 jenis potongan utama dalam setiap ekor sapi, bagian dalam selalu digunakan untuk steak karena sedikit lemak. Untuk bagian lainnya, Anda dapat mengolah sesuai dengan resep hidangan yang dibuat.
  • Tersedia dua jenis daging sapi segar dan beku. Temperatur rendah diperlukan untuk menyimpan daging dalam waktu panjang keduanya sudah melalui proses pelayuan (aging) standar.
  • Panduan praktis adalah memiliki pengetahuan akan asal dan jenis potongan dari bagian ternak.  Dari sini kita dapat menentukan keempukan atau tekstur daging normal yang diperlukan untuk hidangan yang akan disiapkan.
  • Suhu ideal untuk menyimpan daging segar adalah 3°-4°C maksimal untuk jangka waktu 2-4 hari. Untuk menyimpan lebih dari 6 bulan diperlukan suhu beku -18°C atau lebih rendah lagi.
  • Sedang daging cincang, harus digunakan dalam jangka waktu 24 jam untuk memastikan kualitas & rasa yang terbaik.
  • Daging hanya boleh dibekukan satu kali sebelum digunakan, jangan beku dan lumerkan daging berkali-kali. Kebaikan daging juga nutrisi yang dikandung akan hilang dan kualitasnya akan berubah
  • Jangan pernah memasak daging beku dengan tujuan melumerkan dan mematangkan sekaligus
  • Semakin banyak lemak dan otot yang dikandung, proses pemasakan memerlukan waktu panjang agar daging dapat dikonsumsi dengan mudah (tidak alot)
  • Penanganan daging segar dibutuhkan tempat yang bersih, higienis dan gunakan alas potong dan pisau hanya untuk daging saja. Jika mengganti bahan makanan, bilas bersih sebelum digunakan kembali untuk menghindari kontaminasi.
  • Daging mengandung 50-70% air, dalam proses pemasakan cairan berwarna merah bening akan tetap keluar disebut ‘juice’ atau saripati bukanlah darah.
  • Pemberian garam lama sebelum proses masak dimulai akan membuat cairan ‘juice’ muncul dipermukaan daging.  Jika ingin daging steak tetap empuk, hindari pemanasan yang berlebih sehingga daging menjadi kering.
  • Rasa daging juga aroma alami ditentukan oleh pakan yang dimakan ternak; rumput, dedaunan ataukah bji2an seperti jagung, dll.
  • Keempukan daging ditentukan oleh umur ternak, semakin muda semakin empuk karena jaringan otot dan serat yang belum terbentuk; daging akan semakin mudah dikonsumsi.
  • Daging alot dapat diempukan dengan cara meratakannya dengan palu daging sehingga jaringan otot dapat dihancurkan sebelum dimasak. Cara lain adalah menusukan-nusukan dengan garpu ataupun secara kimia yaitu dengan menambah meat tenderizer.
  • Penggunaan juga penambahan lemak/minyak sewaktu memasak menolong daging untuk mempertahankan rasa aslinya apalagi pada daging steak atau fillet
  • Lemak padat dapat ditambahakan kedalam daging sapi dengan cara menyelipkannya ke tengah potongan atau membungkusnya sebelum dimasak
  • Semua jenis potongan daging/bagian dapat dikonsumsi, kuncinya adalah penambahan bumbu dan metoda pemasakan yang tepat.
  • Perendaman daging dalam bumbu mungkin akan mengurangi nilai nutrisi, dalam proses pemasakan nutrisi dalam dikembalikan dengan penambahan bahan hidangan lain yang sesuai untuk menghasilkan rasa yang berselera.
  • Lama pemasakan dalam resep bahan daging agak sulit ditentukan karena pematangan sangat bergantung pada jenis, banyak dan tebal daging yang digunakan
  • Pemanasan atau pemasakan daging juga bertujuan menghilangkan organisme jahat bagi tubuh. Jika kurang yakin akan mutu daging, penambahan waktu memasak dapat dilakukan dengan resiko daging menjadi kering dan alot.
  • Daging yang sudah matang dapat disimpan dalam lemari pendingin setelah 2 jam proses pemasakan selesai. Gunakan wadah yang berpenutup.
  • Proses pemasakan yang ideal adalah 1 kali saja. Pemasakan ulang pada daging setengah jadi hanya akan membuat daging jadi keras dan kering.
  • Hidangan resep lokal seringkali memberi bumbu yang berat untuk hidangan daging untuk mendapat hasil yang baik karena kualitas daging yang berbeda-beda. Anda dapat mengganti daging dengan kualitas yang terbaik dan sedikit bumbu; rasa daging alamipun dapat Anda temui.
  • Pilihan memasak daging  adalah pemasakan cepat dengan api panas atau lambat dengan api sedang.  Membakar steak diatas bara atau menumis fillet diwajan panas akan mempertahankan rasa dan tekstur yan tetap empuk. Dan untuk mendapat daging kualitas medium (atau memiliki banyak tulang) menjadi diperlukan pemasakan dengan api sedang dan lama.
  • Jangan pernah mencuci daging dengan air atau membilasnya; gunakan kertas penyerap (paper napkin) untuk mengurangi cairan berlebih.

 

 

Sumber : https://www.sahabatnestle.co.id/content/view/sehat-mengolah-daging.html

Cara Tepat Membuat dan Menyimpan Frozen food

Menyimpan makanan dengan cara dibekukan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan yang cukup populer dikalangan masyarakat kita.  Dengan sangat mudah kita dapat menemukan berbagai produk makanan beku atau yang sering kita sebut dengan istilah frozen food di swalayan.  Tidak hanya produk olahan daging saja yang bisa kita temui, namun berbagai produk seperti sayuran juga masakan dan kue bisa kita dapatkan di pasaran dalam bentuk beku. Baca lebih lanjut

Panduan Sukses Jalankan Usaha Frozen Food Rumahan

Salah satu produk kuliner yang saat ini semakin banyak dikembangkan dan dijual adalah bentuk makanan beku atau yang jamak disebut frozen food. Alasan mengapa frozen food semakin banyak dikembangkan dan digemari oleh konsumen adalah dari sisi kepraktisan saat akan diolah. Selain itu umumnya frozen food juga bisa dikreasikan menjadi beragam jenis menu yang tentunya sesuai dengan selera konsumen. Baca lebih lanjut